Mari baca

Mei 12, 2011

Janggut, Wajib atau Sunnah

Filed under: Adab & Akhlak,Fiqh & Syariat — Mohd Riduan Khairi @ 1:36 am

Penulis : Muhammad Abu Farooq al-Athari
Penerbit : Jahabersa (2004)

(Mungkin) Pada sebilangan orang isu janggut adalah isu yang remeh-temeh. Berbanding situasi umat Islam yang sedang dihenyak dari setiap penjuru benua, baik dari segi fizikal mahupun mental.

Membangkitkan isu janggut dan misai dalam kemelut yang berlaku hari ini, dirasakan tidak rasional dan tidak penting.

Namun sikap ahlus sunnah berbeda. Tidak pernah ada urusan yang remeh-temeh apabila ia dibangkitkan oleh Allah dan Rasul. Hatta sekecil nyamuk yang diumpakan oleh Allah dalam Al-Qur’an, ia menjadi suatu urusan yang sangat besar bagi umat Islam.

Ukuran Kecil dan Besar

Apa yang dipandang besar oleh agama, maka ia besar di sisi umat Islam sepanjang zaman.

Janggut dalam Al-Qur’an

قَالَ يَبْنَؤُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِي وَلَا بِرَأْسِي
Dia (Nabi Harun) menjawab: “Wahai putra ibuku! Janganlah engkau pegang jenggotku, jangan pula kepalaku!”

Ayat ini mengabarkan pada kita, bahwa Nabi Harun pada masa hidupnya memelihara janggotnya… Jika ayat ini kita padukan dengan ayat lain yang berbunyi:

أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ
Mereka (para Nabi) itulah yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka (al-An’am: 90)

Janggut Dalam Hadis

Nabi pernah berkata seperti yang dilaporkan oleh sahabat Abdullah ibn Umar,

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، وَفِّرُوا اللِّحَى، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ! (رواه البخاري: 5892)ـ
Selisihilah kaum musyrikin, biarkanlah janggot kalian panjang, dan potong nipislah misai kalian! (HR. Bukhari: 5892)

Baca lagi dalil-dalil yang menjelaskan tentang hal ini di sini.

Beli di sini.

1 Komen »

  1. jengot:, sunah yg terdzolimi ada yg menghina bahkan di kalang keluarga sendiri
    dn bagi orang yg g tau dn orang yg terhasut oleh hawanapsu seseorang yg
    enggan menerima sunnah rasul pasti dia akan menghina, langsung maupun tidak langsung
    ,benar kata ulama dan ustad , berpegang teguh pada yg sunah seperti memegang bara api
    ,bila g kuat ia akan terjerumus lagi kejalan yg menyesatkan,
    bila kita mengikuti budaya dn bukan dari perinta allah dalam alquran dan sunnah
    atau karna gengsi \malu, mungkin perbuatan rasul yg sudah di contohkan
    akan di hindari atau di jahui dengan dalil sekarangkan jaman moderen yg lama2
    di tinggalkan.

    Komen oleh musa amri — April 8, 2012 @ 5:22 pm | Balas


Suapan RSS untuk komen-komen bagi kiriman ini. TrackBack URI

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d bloggers like this: