Satu dari tips membaca ialah dengan mengenal tokoh-tokoh penulis. Semakin kita kenal dan suka dengan seseorang individu, semakin kita suka membaca karya-karya mereka.
Itu tujuan utama saya mendapatkan naskah ini.
Lebih dari itu, semoga semangat dan kesungguhan mereka mencari ilmu memberi motivasi kepada kita (saya).
18 tokoh ahli hadith dibentangkan dalam buku ini. Ia meliputi sedikit latar belakang, guru dan anak-anak murid mereka, karya dan pujian / kritikan terhadap mereka.
Antara yang dibicarakan termasuk 7 ulama penyusun kitab hadith yang 6. Juga termasuk Imam Daruquthni, Imam Abdul Razzaq, Al-Hakim, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Abu Awwanah, Tabhrani, As-Suyuti, Ad-Darimi dan Abi Syaibah.
Kesungguhan imam ahlul hadith
Kesungguhan mereka mengumpul hadith sangat menakjubkan. Imam Ahmad b Hanbal sebagai contoh menghafal 1 juta hadith.
Ada imam hadith berjalan beribu kilometer dengan menaiki unta semata-mata untuk mendengar satu hadith nabi.
Bahkan, lebih dari itu, ada yang hanya berjalan kaki menanggung seguni buku di atas kepala keran tidak mampu menyediakan kenderaan. Namun semangat mereka jauh lebih besar.
Karya hadith
Namun, yang paling bermanfaat ialah, buku ini menceritakan secara ringkas kitab-kitab hadith dan komentar ulama’ terhadap karya mereka.
Terutama, kepada yang bersemangat untuk kembali kepada Al-Quran dan hadith. Jangan hanya tinggal slogan sahaja. Untuk kembali kepada hadith, maka kita perlu mengetahui dari mana datangnya hadith-hadith itu.
Kitab-kitab hadith yang utama
Para ulama sebehagian besar bersetuju kitab hadith yang utama ialah :
- Sahih Bukhari
- Sahih Muslim
- Sunan Abu Dawud
- Sunan An-Nasa’ei
- Jamik al-Tirmizi
Kitab-kitab hadith lain yang dibicarakan termasuk
- Sunan Ibnu Majah

- Muwattha
- Sunan Daruquthni
- Musannaf Imam Abdul Razak
- Musnad Imam Ahmad
- Musnad Abu Awwanah
- Mustadrak
- Sahih Ibnu Khuzaimah
- Sahih Ibnu Hibban
- Sunan Ad-Darimi
- Musnaf fil Ahadith
Tidak semua kitab hadith memuatkan hadith-hadith yang sabit dari nabi. Sebahagiannya tercampur riwayat yang dhaif, bahkan ada yang palsu. Maka kemudian, muncul sarjana yang membuat kajian semula terhadap hadith yang dikumpul.
Proses ini dinamakan tahkik atau takhrij. Antara peneliti mutakhir yang banyak melakukan penilaian terhadap hadith ialah Syeikh Muhammad Nasiruddin Albani (mati 1999M). Antara kitab hadith yang disemak oleh beliau termasuk Sunan Abi Dawud dengan judul Sahih Sunan Abi Dawud.
Beli di Jababersa. Klik.







Penerbit : Pustaka al-Kautsar
k abaout books’. Saya pernah membaca rekomendasi Sa’id Hawwa dalam ‘Jundullah : Thaqofatan wa Akhloqan’. Kemudian saya menemu pula Yusuf Qaradhawi dengan judul ‘Pesan Buat Para Da’i. Dan tidak silap saya, A’idh Abdullah Al-Qarni juga ada menulis tentang buku-buku yang begus dibaca. Semua buku yang saya baca adalah dari terjemahan.
ni sebahagian dari tips dan pengalaman membaca yang dapat saya titipkan. Ia lebih daripada ini. Namun proses pembalajaran itu berlaku sepanjang hayat seperti kata pepatah ‘dari buaian ke liang lahad’.






